Iklan

terkini

Antrean Rindu di Depan Lapas Kelas II A Curup

, Februari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T00:00:00Z

Ramadan Penuh Haru, Antrean Rindu di Depan Lapas Kelas II A Curup
Lapas Kelas II A Curup, Rejang Lebong

CURUP, Beritarejanglebong.com
— Sore di Curup Rejang Lebong, perlahan berubah jingga. Langit di atas bangunan tinggi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup tampak teduh, namun di halaman depan, suasana terasa berbeda. 


Sejumlah ibu-ibu berdiri sambil menggenggam kantong plastik berisi makanan. Ada yang membawa kolak pisang, ada pula yang menyiapkan lauk sederhana dan minuman manis untuk berbuka.


Mereka datang bukan untuk makan bersama, melainkan untuk menitipkan rasa rindu.


Sejak pukul 15.00 WIB, antrean mulai terbentuk. Satu per satu keluarga warga binaan menyerahkan bungkusan yang kemudian diperiksa petugas secara ketat. 


Setiap kotak makanan dibuka, setiap botol minuman dicek. Prosedur tetap berjalan, namun suasana sore itu terasa lebih emosional dari biasanya.


“Tidak bisa buka puasa bareng, tapi paling tidak dia tahu kami ingat,” ujar salah seorang keluarga WBP, warga Kepahiang yang datang bersama anaknya.


Di sisi lain, Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, mengatakan kebijakan penitipan makanan ini memang dibuka khusus selama Ramadan.


“Kami ingin keluarga tetap bisa memberikan dukungan moril kepada warga binaan. Tapi semua tetap melalui pemeriksaan ketat demi keamanan,” jelasnya.


Jam penitipan dibuka pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, sementara kunjungan tetap berlangsung pagi hari seperti biasa. Kecuali hari Minggu dan libur nasional. 


Pembinaan keagamaan juga diperkuat, mulai dari salat tarawih berjamaah hingga tadarus Al-Qur’an 30 juz selama Ramadan, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong.


Salah seorang keluarga dari warga binaan mengatakan, Ramadan kali ini menjadi pelajaran tentang kesabaran.


“Biasanya kami ramai-ramai di rumah saat magrib. Sekarang cuma bisa kirim makanan. Tapi saya yakin doa orang tua sampai,” katanya pelan.


Sore merambat pelan. Lampu-lampu menyala di dalam lapas. Di balik jeruji, ada warga binaan yang bersiap menyantap kiriman keluarga. Di luar, ada keluarga yang pulang dengan hati sedikit lebih tenang.


Ketika azan magrib mulai berkumandang dari toa masjid, keluarga WBP Lapas Kelas IIA Curup menengadahkan tangan untuk berdoa. Tampak jemari menyeka mata yang basah. 


Di dalam lapas, waktu berbuka tiba. Di luar pagar besi, keluarga hanya bisa membayangkan dan berdoa untuk keluarga yang menjalani hukuman, semoga ada hikmah yang bisa dipetik dan berharap bisa kembali kumpul bersama secara normal.


Ramadan di Curup bukan hanya tentang puasa dan berbuka. Ia menjadi kisah tentang jarak, rindu, dan harapan yang tetap menyala, meski terpisah tembok dan waktu.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Antrean Rindu di Depan Lapas Kelas II A Curup

Terkini

Iklan