Iklan

terkini

Harga Telur Ayam di Pasar Atas Curup Rejang Lebong Turun, Penjualan Masih Lesu

, Februari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T16:26:25Z

Harga Telur Ayam di Pasar Atas Curup Rejang Lebong Turun, Penjualan Masih Lesu
Jelang puasa ramadan 2026, harga telur ayam di Pasar Atas Curup Rejang Lebong turun.

CURUP, Beritarejanglebong.com
– Harga telur ayam di Pasar Atas Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. 


Meski demikian, penurunan harga telur ayam di Curup tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penjualan di pasar tradisional.


Salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Atas Curup, Izor, mengatakan bahwa penurunan harga terjadi pada semua ukuran telur. 


Telur ayam ukuran besar yang sebelumnya dijual Rp55.000 per karpet kini turun menjadi Rp52.000 per karpet. Sementara telur ayam ukuran sedang turun dari Rp50.000 menjadi Rp48.000 per karpet, dan telur ayam ukuran kecil dari Rp48.000 menjadi Rp46.000 per karpet.


Menurut Izor, fluktuasi harga telur ayam di Rejang Lebong merupakan pola tahunan yang kerap terjadi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. 


Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga telur ayam biasanya kembali naik beberapa hari menjelang Ramadan, kemudian mengalami penurunan saat bulan puasa berlangsung.


“Ketika Ramadan, konsumsi telur ayam masyarakat Rejang Lebong cenderung menurun karena pola belanja berubah. Namun harga biasanya naik lagi sekitar satu minggu menjelang Lebaran, terutama untuk kebutuhan pembuatan kue,” ujar Izor.


Pasokan Telur Ayam Rejang Lebong Masih Aman


Izor menjelaskan, pasokan telur ayam di Pasar Atas Curup hingga saat ini masih dalam kondisi stabil. Telur ayam didatangkan dari Padang, Sumatera Barat, dengan frekuensi pengiriman dua kali dalam seminggu. Setiap kali pengiriman, jumlah pasokan mencapai sekitar 1.000 karpet telur.


Kelancaran distribusi tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan kenaikan harga telur ayam di Rejang Lebong, meskipun permintaan pasar belum mengalami peningkatan yang berarti.


Daya Beli Masyarakat Masih Lemah


Meski harga telur ayam Rejang Lebong hari ini terpantau turun, kondisi tersebut tidak berdampak besar terhadap jumlah pembeli. 


Izor mengungkapkan bahwa penjualan telur ayam di pasar tradisional Curup sudah mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2025.


Ia menilai, melemahnya penjualan lebih disebabkan oleh kondisi perekonomian masyarakat Rejang Lebong yang belum sepenuhnya pulih. Banyak konsumen kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan kebutuhan pokok, termasuk telur ayam, meskipun harganya relatif lebih terjangkau.


Pedagang berharap, mendekati Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, daya beli masyarakat dapat kembali meningkat sehingga penjualan telur ayam di Pasar Atas Curup ikut terdongkrak. 


Namun demikian, ketidakpastian ekonomi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga sembako Rejang Lebong secara umum.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Harga Telur Ayam di Pasar Atas Curup Rejang Lebong Turun, Penjualan Masih Lesu

Terkini

Iklan