
Pembangunan fisik Koperasi Merah Putih Kelurahan Air Putih Baru, Rejang Lebong telah rampung.
Beritarejanglebong.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di desa dan kelurahan sebagai bagian dari program strategis nasional.
Dari total 156 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang direncanakan, saat ini sebanyak 65 gerai koperasi telah memasuki tahap pembangunan, bahkan sebagian di antaranya telah rampung secara fisik.
“Dari total 156 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini 65 gerai sedang dalam proses pembangunan dan beberapa di antaranya telah selesai 100 persen,” ujar Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Rejang Lebong, Anes Rahman.
Percepatan pembangunan ini dilakukan melalui sinergi antara Pemkab Rejang Lebong dan Kodim 0409/Rejang Lebong.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tersebut dapat resmi diluncurkan pada Maret mendatang dan segera beroperasi melayani masyarakat.
“Kami menargetkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih akan dilaunching pada bulan Maret dan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat desa dan kelurahan,” katanya.
Beberapa koperasi yang telah siap beroperasi di antaranya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Kelurahan Air Putih Baru dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Desa Lubuk Ubar, serta Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Lainnya. Kedua koperasi tersebut telah menyelesaikan pembangunan fisik dan bersiap menjalankan berbagai unit usaha.
Jalankan Tujuh Unit Usaha untuk Masyarakat
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai pusat penguatan ekonomi desa dan kelurahan. Koperasi ini akan menjalankan tujuh unit usaha, di antaranya gerai sembako, klinik desa, apotek desa, penyaluran gas bersubsidi, pupuk bersubsidi, serta penjualan produk UMKM khas desa dan kelurahan.
“Melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, kami berharap perekonomian desa dan kelurahan dapat meningkat serta kebutuhan dasar masyarakat bisa lebih mudah diakses,” jelasnya.
Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan
Di balik percepatan pembangunan tersebut, pemerintah daerah mengakui masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Untuk membangun satu gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dibutuhkan lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi yang mencakup bangunan koperasi dan area parkir.
“Salah satu kendala utama pembangunan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih adalah keterbatasan lahan, karena setiap gerai membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi,” ungkapnya.
Lahan pembangunan dapat memanfaatkan aset milik pemerintah daerah maupun aset desa. Namun, kebutuhan lahan yang cukup luas membuat sejumlah desa dan kelurahan di Rejang Lebong belum dapat merealisasikan pembangunan gerai koperasi.
“Tidak semua desa dan kelurahan memiliki lahan kosong dengan luas yang mencukupi, sehingga kami harus mencari solusi alternatif agar pembangunan tetap berjalan,” tambahnya.
Warga Sambut Positif Kehadiran Koperasi
Sementara itu, masyarakat Rejang Lebong menyambut baik kehadiran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Salah seorang warga, Edi Afriadi, berharap koperasi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah tersebut.
“Kami menyambut baik pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini. Harapannya, harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil dan dijual dengan harga yang terjangkau,” ujar Edi Afriadi.
Ia menilai, keberadaan koperasi dengan berbagai unit usaha akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya lebih.
“Kalau koperasi sudah beroperasi, tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sembako dan layanan lainnya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong optimistis, meskipun masih menghadapi kendala lahan, program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak perekonomian desa dan kelurahan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.***