Iklan

terkini

Tragedi di Tambang Emas Lebong: Pekerja Tewas Tertimbun Runtuhan di PETI Cap Martil

, Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T08:51:04Z

Tragedi di Tambang Emas Lebong: Pekerja Tewas Tertimbun Runtuhan di PETI Cap Martil
Proses evakuasi korban dari reruntuhan longsor.

Beritarejanglebong.com
- Suara gemuruh tiba-tiba memecah kesunyian kawasan tambang emas tradisional Cap Martil, Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Beberapa detik kemudian, kepanikan menyebar di antara para penambang yang berada di sekitar lokasi.


Di dalam salah satu lubang tambang yang dikenal rawan longsor, seorang pekerja ditemukan tergeletak tak bernyawa, tertimbun runtuhan batu dan tanah. 


Dari akun facebook Rewan Toni yang diunggah di Grup Lebong Info, Korban diketahui bernama Komarudin alias Takim (33), warga Dusun III Desa Lebong Tambang, dengan alamat KTP di Desa Bangun Joyo, Provinsi Jambi.


Komarudin diketahui baru menetap di wilayah tersebut setelah pindah dari Kota Palembang. 


Ia bekerja sebagai buruh tambang untuk mencari nafkah, menyusuri lubang-lubang emas tradisional yang sarat risiko.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat peristiwa nahas itu terjadi korban tengah menggali bahan baku emas seorang diri di lubang tambang PETI Cap Martil, atau yang oleh warga setempat dikenal sebagai glosoran. 


Tanpa peringatan, struktur tanah di dalam lubang runtuh, menimpa tubuh korban dengan material batu dan tanah.

Tragedi di Tambang Emas Lebong: Pekerja Tewas Tertimbun Runtuhan di PETI Cap Martil
Lokasi tambang losor di Lebong Tambang, Lebong Utara.


Pekerja lain yang mendengar suara runtuhan segera bergegas ke sumber suara. 


Mereka mendapati Komarudin sudah dalam kondisi kritis, dengan kepala mengalami luka parah akibat tertimpa material tambang.


Korban kemudian dievakuasi secara manual oleh para penambang bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa. 


Ia langsung dilarikan ke RSUD Ujung Tanjung Lebong untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.


Dari penelusuran awal, lubang tambang tempat korban bekerja diketahui memang tergolong berbahaya dan rawan longsor. 


Bahkan sebagian besar penambang setempat enggan memasuki lokasi tersebut karena tingkat risikonya yang tinggi.


Tragedi ini juga diperparah dengan kondisi korban yang bekerja sendirian, tanpa kelompok atau rekan yang dapat segera memberikan pertolongan saat insiden terjadi.


Pasca kejadian, Kapolsek Lebong Utara Iptu M. Mico bersama jajaran Satreskrim Polres Lebong langsung melakukan koordinasi, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta penanganan awal di lokasi tambang untuk mendalami penyebab kecelakaan kerja tersebut.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko aktivitas tambang emas tradisional tanpa standar keselamatan, yang kerap merenggut nyawa para pencari nafkah di perut bumi Lebong.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tragedi di Tambang Emas Lebong: Pekerja Tewas Tertimbun Runtuhan di PETI Cap Martil

Terkini

Iklan